Malang, 11 September 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) bersama APPBIPA Pusat secara resmi membuka Konferensi Internasional Pengajaran BIPA (KIP BIPA) XIII 2025 dengan tema “Pemartabatan Bahasa Indonesia melalui Penguatan Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Era Digital”. Acara yang berlangsung secara bauran ini dihadiri ratusan peserta secara luring di kampus UM dan daring dari berbagai negara.
Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menekankan filosofi mendalam bahasa Indonesia sebagai landasan penginternasionalannya. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang muncul dari rakyat, yang tercermin dari akar bahasanya, yaitu bahasa Melayu Pasar yang bersifat egalitarian, mengandung simbol kesetaraan tanpa tingkatan,” paparnya. Menurut Rektor, pemartabatan bahasa Indonesia haruslah memartabatkan masyarakatnya tanpa memandang etnis atau kelas, dan menyetarakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia.
Acara dibuka dengan laporan ketua panitia, Dr. Ade Eka Anggraini, M.Pd., diikuti sambutan dari Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd. selaku Direktur Sekolah Pascasarjana UM dan Prof. Dr. Gatut Susanto, M.M., M.Pd. selaku Ketua APPBIPA Pusat. Secara simbolis, acara diresmikan oleh Rektor UM.
Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, hadir sebagai pembicara utama. Sidang Pleno 1 menghadirkan pembicara internasional yaitu Prof. Koh Young Hun (Korea Selatan), Prof. Habib Zarbaliyev (Azerbaijan), dan Prof. Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. (Guru Besar UNJ & Dewan Penasihat APPBIPA).
Dalam paparannya, Prof. Liliana menyoroti strategi pemartabatan bahasa Indonesia melalui BIPA di era digital. “Pengajaran BIPA harus bersifat inklusif, mampu menyasar pemelajar dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan semangat inklusivitas yang menjadi ciri khas bahasa Indonesia.
Momen penting dalam acara ini adalah pengumuman SKKNI BIPA dan peluncuran KKNI BIPA yang menjadi landasan standarisasi kompetensi pengajar BIPA di Indonesia. Acara ditutup dengan Diseminasi Kebijakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa oleh Bapak Iwa Lukmana, M.A., Ph.D. dari Pusdaya.
Konferensi yang didukung oleh BRIN ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memperkuat peran BIPA dalam memartabatkan bahasa Indonesia di kancah global, sekaligus merespons tantangan dan peluang di era digital. (mab,rts)